3 Penyerang yang Aksinya Paling Dinanti di Liga Inggris

Liga Inggris 2017/2018 akan segera dimulai. Meskipun banyak tim masih ikut andil di bursa transfer, tetap saja kompetisi dari minggu pertama bakal dinanti banyak orang, apalagi mereka yang sudah menambahkan kualitas skuat.

Di antara penghuni spesialis papan atas klasemen Liga Inggris, Manchester City jadi tim yang sangat sibuk di bursa transfer musim panas ini. Tercatat, terdapat 6 anggota baru yang dihadirkan klub asuhan Pep Guardiola itu.

BandarĀ  Bola

Kiprah Manchester United pun harus ditunggu usai mendatangkan 3 pemain baru dengan harga mahal. Akan tetapi, tidak cuma para tim, aksi-aksi para striker yang baru saja beralih tim pun menarik dicermati.

Setidaknya bakal ada 3 striker yang kiprahnya akan dinanti penyuka Liga Inggris. Berikut list tiga pemain tersebut:

1. Romelu Lukaku

Lukaku memang sosok baru di Liga Inggris. Dirinya telah membuktikan kehebatannya sepanjang 4 musim membela Everton. Akan tetapi, tetap saja banyak orang yang ingin tahu dengan aksinya usai MU merekrutnya dari Everton dengan harga 80 jt euro (Rp 1,2 triliun).

Ketika berkostum Everton, pemain berdarah Belgia itu tergolong striker yang begitu ditakuti bek lawan. Tercatat, dirinya sanggup menggelontorkan 87 gol dan 29 assist dari 166 pertandingan. Tentu itu jumlah yang besar untuk tingkat sepak bola Inggris.

Sekarang, dirinya diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggali Zlatan Ibrahimovic. Musim kemarin, Setan Merah amat bergantung kepada ketajaman Ibrahimovic. Lukaku sendiri telah membuktikan kehebatannya di Piala Super Eropa 2017.

Meskipun tidak berhasil menghantarkan MU melawan Real Madrid, pesepakbola berumur 24 tahun itu dapat menyumbang satu gol. Jelas Jose Mourinho berharap Lukaku dapat menghantarkan MU berkompetisi di semua turnamen musim yang akan datang.

2. Alvaro Morata

Tidak seperti Lukaku, 2017/2018 bakal jadi musim pertama Morata dalam jagat persepakbolaan Inggris. Adalah Chelsea yang merekrutnya dari Real Madrid dengan harga 66,8 jt euro (Rp 1 triliun) di musim panas ini.

Sebenarnya, Morata juga yang jadi penyerang sasaran utama MU di musim panas ini. Namun, laporan yang tersebar mengatakan El Real dua kali menolak penawaran MU. Nyatanya, harga yang dipasang MU jauh lebih tinggi.

Soal kualitas, Morata telah diakui sebagai salah satu striker muda berkelas di dunia. Di usia 24 tahun, dirinya telah tiga kali menjajal atmosfer final Liga Champions. Satu di antaranya tidak berhasil jadi juara ketika berkostum Juventus.

Ketika di Juventus, produktivitasnya lumayan baik dengan 27 gol serta 19 assist. Itu yang jadi alasan Los Blancos mengaktifkan klausul pembelian lagi Morata. Sayang, dirinya justru jadi ban serep di Santiago Bernabeu. Biar begitu, dirinya terus mampu membuktikan dengan capaian 20 gol serta enam assist di musim lalu dihalaman berita bola dari indobola.me.

3. Alexandre Lacazette

Striker berkebangsaan Prancis ini memang bukanlah pesepakbola dengan nama besar. Namun, telah bertahun-tahun dirinya membuktikan ketajamannya bersama Olympique Lyon. Ketika di sana, produk asli akademi Lyon ini berhasil mengoleksi 129 gol serta 43 assist dari 275 pertandingan.

Itu yang menjadikan Arsenal berani merekrutnya dengan harga 53 jt euro (Rp 816 miliar). Namanya pun langsung menjadi pemain paling mahal dalam sejarah pembelian The Gunners. Berarti, harapan fans pada Lacazette pun luar biasa besar.

Striker Arsenal Alexandre Lacazette mencetak gol ketika menghadapi Sydney FC di pertandingan ujicoba di Stadion ANZ, Sydney, Kamis (13/7/2017). (AFP/William West)

Lacazette pun jadi pesepakbola Prancis keenam Prancis yang dimiliki Arsenal sekarang, menemani Jeff Reine-Adelaide, Mathieu Debuchy, Laurent Koscielny, Francis Coquelin, sedangkan Olivier Giroud.

Pastinya ia digadang-gadang jadi penerus Thierry Henry. Seperti kita ketahui, Henry jadi pesepakbola Prancis yang paling sukses yang membela Arsenal dengan mambuat 228 gol dari 377 pertandingan baca juga info bola terbaru.

Berkat Cinta Untuk Dzeko, Roma Panen Hasil Positif

Edin Dzeko ssaat musim ini betul-betul sebagai pemain yang tidak sama dibandingkan dengan performanya di musim lalu, musim perdananya di Italia. AS Roma sukses membangkitkan kemampuan terpendam terbaiknya. Apa yang telah dilakukan para pihak klub AS Roma hingga striker berusia 30 tahun asal Bosnia ini dan eks pemain Manchester City itu bisa balik lagi menjadi sosok predator gila gol yang ditakuti oleh lawan, seperti saat masih memperkuat Wolfsburg sekian tahun lampau? Menurut sosok dari pelatih Luciano Spalletti, rahasianya ialah cukup terbarkan dirinya dengan cinta. Roma menang 4-1 saat ditantang Torino di giornata 25 Serie A 2016/2017, Senin (20/2). Dzeko menyumbang sebuah gol dan mengukir suatu rekor anyar didalam sejarah positif AS Roma, menjadi pesepakbola Giallorossi pertama yang mampu mencetak gol dalam 8 penampilan berturut-turut di seluruh ajang.

Bandar Bola

Situs bandar bola terkenal yang selalu mengabarkan berita bola mengatakan jika musim ini, Dzeko telah mengemas hinggal 29 gol dalam 35 laga. Dia sudah membukukan 19 gol di Serie A, 8 gol di Liga Eropa serta 2 gol di Coppa Italia. Poin itu jauh berbeda dibandingkan dengan apa yang sudah dia lakukan musim lalu, Dzeko musim ini betul-betul seorang ‘Dzeko’ yang berbeda di kompare musim lalu, tidak lebih dari 10 gol didalam 39 penampilan. “Dzeko saat ini sedang sadar bahwa dirinya penting untuk AS Roma. Dia merasa setiap orang tidak terekecuali orang tua dan rekan setim menaruh kepercayaan padanya,” kata Spalletti sebagaimana dikutip Football Italia. “Dzeko cuma butuh rasa kepercayaan diri, perlu merasa dicintai serta dihargai.”

Dzeko telah menunjukkan kemampuan yang sebetulnya. Itu berita baik tuk Roma, tapi bukan buat lawan. Ambil sample Viktoria Plzen serta Villarreal di Liga Eropa. 2 tim tersebut mungkin bisa dikatakan sial lantaran bertemu Roma, atas Dzeko dalam performa yang sekarang ini. Roma menekuk Plzen 4-1 (fase grup) serta Villarreal 4-0 (leg utama 32 besar). Dalam 2 laga itu, Dzeko menghasilkan hattrick. WhoScored bahkan memberi rating sempurna 10 padanya dalam 2 laga tersebut, lebih tinggi dibanding di laga-laga yang lain. Dua hattrick itu bahkan menjadikan seorang diri Dzeko adalah pemain dengan hattrick paling banyak sementara di Liga Eropa musim 2016/2017.

Musim panas lalu, Dzeko gencar diberitakan akan dilego oleh Roma setelah bermain mengecewakan di musim pertamanya. Tapi, Roma nyatanya mempertahankan drii Dzeko. Roma paham bila Dzeko belum mengerahkan seluruh kemampuan terpendam terbaiknya. Roma memberikan Dzeko rasa kepercayaan diri, perasaan dihargai juga cinta. Roma sekarang mulai memanen hasilnya, memiliki salah seorang predator gila gol paling mematikan pelosok Eropa di skuad mereka